BOGOR, Infosos.id – Selama ini berdiri gagah, kini rata dengan tanah. Sebanyak 10 bangunan siluman di kawasan Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, akhirnya dibongkar paksa, Rabu (30/9/2026), setelah Komisi XIII DPR RI turun langsung.
Pemandangan di lokasi bak pengusiran kerajaan kecil. Tempat tidur, lemari, kulkas, hingga perabot mewah dikeluarkan satu per satu dan diangkut truk. Tepat pukul 12.30 WIB, alat berat masuk dan meratakan semuanya. Hingga pukul 13.00 WIB, tiga bangunan sudah ludes.
Ketua Tim Komisi XIII DPR RI, Dewi Asmara, blak-blakan 10 bangunan itu tidak tercatat sebagai Barang Milik Negara (BMN), dibangun bukan pakai APBN, dan berdiri liar di bantaran Sungai Ciliwung.
Ini bukan salah catat. Ini adalah pola klasik penguasa memanfaatkan jabatan dan kewenangan untuk membangun kejayaan pribadi di dalam kawasan negara.
Awalnya disebut ada 13 bangunan yang diklaim sebagai rumah dinas atau mes pegawai. Setelah dicek di SIMAK BMN, hanya 3 yang legal. 10 lainnya adalah bangunan siluman. Bangunan tanpa surat, tanpa anggaran negara, tapi berdiri di atas tanah negara, di dalam lapas.
Pertanyaannya pedas, Uang siapa yang dipakai bangun 10 bangunan? Untuk siapa kulkas, lemari, dan tempat tidur mewah itu? Pejabat mana yang merasa Lapas Cibinong adalah milik pribadi hingga bisa bangun seenaknya di bantaran sungai yang jelas dilarang?
Ini adalah potret telanjang mentalitas feodal. Saat rakyat kecil bangun gubuk di bantaran kali langsung digusur Satpol PP, tapi pejabat bisa bangun 10 bangunan mewah di bantaran Sungai Ciliwung di dalam lapas dan aman bertahun-tahun.
Jika bukan karena DPR turun dan sorotan media, bangunan siluman ini pasti masih berdiri dan dinikmati.
Komisi XIII DPR RI menyatakan akan membawa hasil investigasi internal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ke RDP lanjutan. Publik menanti, jangan hanya bangunannya yang diratakan, tapi juga otak di balik pembangunan siluman ini harus diratakan jabatannya.
Jangan biarkan penjara menjadi bukti bahwa di negeri ini, jabatan masih menjadi alat paling ampuh untuk membangun istana pribadi di atas penderitaan hukum.













