Example floating
Example floating
Nasional

KDMP Jadi Proyek PHP. Istana Bilang Pegawai BUMN, Danantara Bilang Bukan. Ribuan Manajer Digantung 

×

KDMP Jadi Proyek PHP. Istana Bilang Pegawai BUMN, Danantara Bilang Bukan. Ribuan Manajer Digantung 

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, M. Qodari (kiri bawah) dan Chief Operating Officer Danantara/ Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria (kanan atas)

JAKARTA, Infosos.id – Drama kebingungan pemerintah dimulai lagi. Kali ini korbannya adalah ribuan anak muda yang sudah terlanjur bangga direkrut jadi Manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Setelah sebelumnya Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, M. Qodari, dengan gagah mengumumkan bahwa Manajer Kopdes akan berstatus Pegawai BUMN dengan kontrak PKWT 2 tahun, lengkap dengan kebanggaan gaji BUMN, kini Danantara cuci tangan.

Chief Operating Officer Danantara yang juga Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, mendadak membantah.

Menurut Dony, para manajer itu tidak otomatis jadi pegawai BUMN. Mereka hanya akan ditempatkan dalam skema pembinaan selama dua tahun di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara.

BACA JUGA :  HUT Meriah, Janji Transport Ngegantung: Ketum Partai Rakyat Indonesia Bungkam, Rp3,3 Juta DPC Tubaba Tak Dibayar

Bahasa halusnya pembinaan. Bahasa kasarnya status tidak jelas, hanya dititipkan.

Biayanya memang ditanggung pemerintah, pembinaannya lewat Agrinas. Tapi pertanyaan paling penting justru tidak dijawab. Siapa pemberi kerja resminya? Berapa gajinya? Bagaimana BPJS dan perlindungan kerjanya? Kalau dipecat sepihak, mau mengadu ke siapa?

PEMERINTAH NGOMONG A, BUMN NGOMONG B

Inilah potret buruknya koordinasi pemerintahan Prabowo. Satu pejabat istana bilang A untuk pencitraan Kopdes dikelola profesional oleh pegawai BUMN. Satu pejabat Danantara bilang B untuk menyelamatkan diri dari beban keuangan dan beban hukum.

BACA JUGA :  Chika Azahra dan Naufal Ghaly Wakili Lampung di Jajaran 76 Paskibraka Nasional 2026

Yang jadi korban siapa? Ribuan calon manajer yang sudah ikut seleksi berbulan-bulan, sudah ikut pelatihan, sudah resign dari kerjaan lamanya karena mengira akan jadi pegawai BUMN.

Sekarang statusnya digantung. Disebut manajer, tapi bukan pemilik koperasi. Disebut pegawai BUMN, tapi dibantah oleh BUMN-nya sendiri. Disebut dibina, tapi tidak tahu dibina jadi apa.

Jika memang hanya skema penugasan dua tahun, kenapa sejak awal dijanjikan status pegawai BUMN? Jika memang hanya pembinaan Agrinas, kenapa harus membawa-bawa nama Danantara dan BUMN?

BACA JUGA :  Presiden Prabowo Bertekad Hilangkan Kemiskinan. Hentikan Korupsi dan Tipu-Tipu. InfoSOS: Itu Baru Sebatas Pidato Presiden 

Pemerintah tidak bisa terus menjadikan Kopdes Merah Putih sebagai proyek mercusuar pencitraan tanpa kejelasan regulasi. Ini bukan soal koperasi, ini soal nasib ribuan kepala keluarga.

Jangan sampai program yang katanya untuk memerah-putihkan desa, justru mem-PHP-kan pemuda desa.

Terbitkan satu penjelasan resmi yang seragam! Jangan biarkan Qodari ngomong ke utara, Dony ngomong ke selatan, sementara rakyat di bawah bingung mau percaya yang mana.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *