Example floating
Example floating
Daerah

TERBONGKAR! Mafia Solar Kuasai SPBU Yos Sudarso Bandar Lampung – Truk Tangki Siluman 1 Ton dan 60 Barcode Palsu, Kemana Pengawasan Pertamina?!

×

TERBONGKAR! Mafia Solar Kuasai SPBU Yos Sudarso Bandar Lampung – Truk Tangki Siluman 1 Ton dan 60 Barcode Palsu, Kemana Pengawasan Pertamina?!

Sebarkan artikel ini
Polresta Bandar Lampung mengekspos kasus mafia solar dengan modus klasik melangsir solar pakai truk siluman

BANDAR LAMPUNG, Infosos.id – Lagi-lagi BBM subsidi untuk rakyat miskin dirampok mafia. Satreskrim Polresta Bandar Lampung akhirnya meringkus pelaku penyalahgunaan solar subsidi di SPBU Jalan Yos Sudarso, Sukaraja, Bumi Waras, Selasa (29/9/2026) lalu.

Pelaku berinisial J (46), warga Kota Karang, Teluk Betung Timur. Modus yang dipakai bukan modus baru, tapi modus klasik yang terus dibiarkan subur yaitu melangsir solar pakai truk siluman.

Polisi yang sedang patroli hunting curiga melihat antrean truk dan Fuso di SPBU tersebut. Saat diperiksa, satu unit Colt Diesel hijau kedapatan sudah dimodifikasi menjadi SPBU berjalan. Di bak belakangnya terpasang tangki raksasa berkapasitas 1.000 liter. Di dalamnya sudah ada 320 liter solar subsidi siap dijual.

BACA JUGA :  Asusila Seret Polisi dan DP3A Turun Tangan, Tokoh Masyarakat: Ini Tamparan Keras Bagi Kita Semua

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Regan Kusuma Wardani membenarkan penangkapan itu.

“Modus operandinya, membeli BBM tersebut untuk diperjualbelikan kembali,” ujar Regan.

Yang lebih mencengangkan, dari handphone pelaku ditemukan 60 barcode MyPertamina, 10 di antaranya masih aktif. Barcode itu dipakai untuk ngisi berulang-ulang. Pelaku mengaku beli barcode secara daring. Semudah itu bobol sistem Pertamina?

Ini yang Harus Dikritisi Tajam:

SPBU Tutup Mata? Tidak mungkin petugas SPBU tidak tahu. Truk modifikasi dengan tangki 1 ton bolak-balik isi solar, dengan barcode berbeda-beda, kok bisa lolos berbulan-bulan? Ada dugaan kuat pengungkapan ini baru puncak gunung es. Jual kembali Rp8.000 – Rp9.000 per liter, untung bersih Rp3.000 – Rp4.000 per liter. Jika sehari bawa 1 ton, untungnya Rp3-4 juta sehari. Sudah 3 bulan beroperasi, berapa ratus juta subsidi rakyat yang dirampok?

BACA JUGA :  Walhi Menyoroti Anggaran Penanganan Banjir Rp15M Di Bandar Lampung Salah Arah 

Sistem Barcode MyPertamina Jebol. Program barcode yang digembar-gemborkan untuk mencegah penyalahgunaan, ternyata bisa diperjualbelikan online. 60 barcode di satu HP. Ini bukan kebocoran, ini kebobolan besar.

Barang Bukti Jelas: 1 unit Colt Diesel modifikasi, 1 tangki modif 1 ton berisi 320 liter solar, 1 mesin sedot, dan 1 HP berisi puluhan barcode.

Polresta Bandar Lampung yang mengekspos kasus ini pada Kamis (1/10/2026) berjanji mendalami asal-usul barcode dan kemungkinan keterlibatan oknum SPBU.

Pertanyaannya sekarang adalah berani tidak Pertamina dan Aparat menindak SPBU Jalan Yos Sudarso yang menjadi lokasi penimbunan? Atau kasus ini akan berhenti hanya pada sopir J saja, sementara mafia besar di belakangnya tetap tertawa?

BACA JUGA :  Bantuan Perlengkapan Sekolah Dihapus?, Walikota Eva Dwiana Pilih Sawer Kejati Rp60 Miliar

Subsidi untuk nelayan dan sopir angkot, dirampok untuk isi kantong mafia.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *