BANDAR LAMPUNG, Infosos.id – Lagi-lagi BBM subsidi untuk rakyat miskin dirampok mafia. Satreskrim Polresta Bandar Lampung akhirnya meringkus pelaku penyalahgunaan solar subsidi di SPBU Jalan Yos Sudarso, Sukaraja, Bumi Waras, Selasa (29/9/2026) lalu.
Pelaku berinisial J (46), warga Kota Karang, Teluk Betung Timur. Modus yang dipakai bukan modus baru, tapi modus klasik yang terus dibiarkan subur yaitu melangsir solar pakai truk siluman.
Polisi yang sedang patroli hunting curiga melihat antrean truk dan Fuso di SPBU tersebut. Saat diperiksa, satu unit Colt Diesel hijau kedapatan sudah dimodifikasi menjadi SPBU berjalan. Di bak belakangnya terpasang tangki raksasa berkapasitas 1.000 liter. Di dalamnya sudah ada 320 liter solar subsidi siap dijual.
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Regan Kusuma Wardani membenarkan penangkapan itu.
“Modus operandinya, membeli BBM tersebut untuk diperjualbelikan kembali,” ujar Regan.
Yang lebih mencengangkan, dari handphone pelaku ditemukan 60 barcode MyPertamina, 10 di antaranya masih aktif. Barcode itu dipakai untuk ngisi berulang-ulang. Pelaku mengaku beli barcode secara daring. Semudah itu bobol sistem Pertamina?
Ini yang Harus Dikritisi Tajam:
SPBU Tutup Mata? Tidak mungkin petugas SPBU tidak tahu. Truk modifikasi dengan tangki 1 ton bolak-balik isi solar, dengan barcode berbeda-beda, kok bisa lolos berbulan-bulan? Ada dugaan kuat pengungkapan ini baru puncak gunung es. Jual kembali Rp8.000 – Rp9.000 per liter, untung bersih Rp3.000 – Rp4.000 per liter. Jika sehari bawa 1 ton, untungnya Rp3-4 juta sehari. Sudah 3 bulan beroperasi, berapa ratus juta subsidi rakyat yang dirampok?
Sistem Barcode MyPertamina Jebol. Program barcode yang digembar-gemborkan untuk mencegah penyalahgunaan, ternyata bisa diperjualbelikan online. 60 barcode di satu HP. Ini bukan kebocoran, ini kebobolan besar.
Barang Bukti Jelas: 1 unit Colt Diesel modifikasi, 1 tangki modif 1 ton berisi 320 liter solar, 1 mesin sedot, dan 1 HP berisi puluhan barcode.
Polresta Bandar Lampung yang mengekspos kasus ini pada Kamis (1/10/2026) berjanji mendalami asal-usul barcode dan kemungkinan keterlibatan oknum SPBU.
Pertanyaannya sekarang adalah berani tidak Pertamina dan Aparat menindak SPBU Jalan Yos Sudarso yang menjadi lokasi penimbunan? Atau kasus ini akan berhenti hanya pada sopir J saja, sementara mafia besar di belakangnya tetap tertawa?
Subsidi untuk nelayan dan sopir angkot, dirampok untuk isi kantong mafia.















