Infosos.id, Tulang Bawang Barat — Senja yang biasanya ramai tawa pembeli berubah duka. Kebakaran hebat melanda Pasar Mulyo Kencono Selasa sore (2/6/2026), menghanguskan sekitar 75% kios dan merenggut sumber penghidupan ratusan pedagang.
Api pertama kali terlihat dari bagian tengah pasar. Material papan dan kayu membuat kobaran cepat menjalar ke kiri dan kanan. Asap hitam pekat membumbung, disaksikan warga dari kejauhan. Di tengah kepanikan, yang terdengar bukan hanya suara sirine, tapi juga teriakan dan isak para pemilik kios yang berusaha menyelamatkan dagangan terakhirnya.
Dengan tangan kosong dan saling membantu, warga dan pedagang bahu membahu mengeluarkan barang sekuat tenaga. Ada yang berhasil menyelamatkan beberapa karung beras, ada pula yang hanya bisa memeluk kosong etalase yang sudah dilalap api.
“Api sangat cepat membesar karena banyak kios dari papan. Kami selamatkan semampu kami sebelum api menjalar,” ucap salah satu warga yang ikut mengevakuasi, suaranya masih bergetar.
Petugas pemadam datang setelah api terlanjur membesar. Mereka bekerja tanpa henti untuk mencegah si jago merah merembet ke rumah warga di sekitar pasar yang padat penduduk. Setelah berjuang cukup lama, api akhirnya bisa dikendalikan. Rumah-rumah selamat, tapi Pasar Mulyo Kencono meninggalkan puing dan luka.
Kerugian ditaksir sangat besar. Lapak ludes, dagangan habis. Bagi para pedagang, ini bukan sekadar kerugian materi. Ini tentang modal yang hilang, cicilan yang masih berjalan, dan dapur yang harus tetap mengepul besok pagi.
Syukur tidak ada korban jiwa. Kini penyebab kebakaran masih diselidiki pihak berwenang. Saksi menyebut api diduga muncul dari tengah pasar sebelum menyebar.
Di antara abu dan arang, warga Pasar Mulyo Kencono menunjukkan kekuatannya: saling menguatkan. Harapan besar kini tertuju pada pemerintah dan pihak terkait untuk segera hadir, mengulurkan bantuan agar para pedagang bisa bangkit dan roda ekonomi pasar kembali berputar.





















