Example floating
Example floating
Nasional

Musuh Jadi Penasehat: Rocky Gerung Dari Pengkritik Garis Keras. Resmi Masuk Istana Sebagai Wantimpres

×

Musuh Jadi Penasehat: Rocky Gerung Dari Pengkritik Garis Keras. Resmi Masuk Istana Sebagai Wantimpres

Sebarkan artikel ini
Rocky Gerung, dilantik sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026) sore.

JAKARTA, Infosos.id – Sejarah politik Indonesia hari ini resmi jungkir balik. Presiden Prabowo Subianto melantik musuh bebuyutan penguasa, akademisi paling nyinyir se-Indonesia, Rocky Gerung, sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026) sore.

Kepastian ini berdasarkan Keppres Nomor 107/P Tahun 2026. Tidak ada hoax. Tidak ada prank.

Pria yang selama bertahun-tahun menghajar pemerintah dengan istilah “dungu”, “bajingan tolol”, dan “penipu” kini berdiri tegak di depan Presiden, mengucap sumpah setia kepada UUD 1945 dan menandatangani berita acara sebagai penasihat Presiden.

Adegan paling ikonik terjadi sebelum pelantikan. Wartawan mencegat Rocky yang turun dari mobil pakai jas. Ditanya mau dilantik? Jawabannya khas Rocky, “Mau hadiri acara radical break.” Lalu lari menghindar wartawan.

BACA JUGA :  Lima Rektor Universitas Islam di Indonesia Paling Populer di Awal 2026. Satu Diantaranya Rektor UIN Radin Intan Lampung

Beberapa jam kemudian, ia resmi duduk sejajar dengan 25 tokoh super elite negeri ini.

Prabowo tidak main-main. Wantimpres kali ini bukan kumpulan pensiunan. Ini adalah dewan para raja:

  1. Pratikno – Ketua (Mantan Mensesneg/Menko PMK)
  2. Hatta Rajasa – Wakil Ketua (Mantan Menko Perekonomian)
  3. Muhammad Qodari – Sekretaris
  4. Sinta Nuriyah Wahid (Istri Gus Dur)
  5. M. Quraish Shihab
  6. Agum Gumelar, Budi Gunawan (Jenderal Purn)
  7. Chairul Tanjung, Dato Sri Tahir, Jusuf Hamka (Para Konglomerat)
  8. Rocky Gerung – Sang Filsuf Garis Keras
  9. Dan nama mengagetkan lain adalah Anwar Usman (Mantan Ketua MK), Bambang Soesatyo, Said Aqil Siradj, Yahya Cholil Staquf.
BACA JUGA :  RUU Tanah Rakyat Dikunci Pintu Tertutup: Menteri Nusron Wahid Muncul di DPR, Kabur dari Wartawan

Usai dilantik, Rocky membocorkan pesan khusus Prabowo: Wantimpres punya kedudukan ETIS, bukan teknis. Tugasnya bukan cari muka, tapi kasih pertimbangan arah, bahkan kemampuan untuk “berfantasi tentang masa depan republik”.

Rocky sendiri menegaskan: “Dewan ini fungsinya kritis, bukan kritik.”

Prabowo membuktikan dirinya negarawan. Ia merangkul pengkritik paling keras untuk masuk ke dalam sistem, bukan membungkamnya di luar. Ini pesannya, “Kalau mau kritik, kritik dari dalam, saya kasih panggung.”

Tapi bagi Rocky, ini taruhan nyawa intelektual. Selama ini ia bebas ngomong tanpa beban. Kini ia adalah bagian dari Istana. Mampukah ia tetap “radical break” atau akan jadi jinak karena fasilitas negara?

BACA JUGA :  HUT Meriah, Janji Transport Ngegantung: Ketum Partai Rakyat Indonesia Bungkam, Rp3,3 Juta DPC Tubaba Tak Dibayar

Publik menunggu. Apakah Rocky akan jadi penjaga etika kekuasaan, atau justru jadi stempel etis untuk kebijakan Istana?

Dari oposisi jalanan, kini jadi penasihat di dalam Istana. Selamat datang di lingkaran kekuasaan, Bung Rocky.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *