Bandar Lampung, infosos.id – Panasnya terik Jumat (18/9/2026) tidak menyurutkan amarah mahasiswa dan rakyat Lampung. Ratusan massa dari Aliansi Gerakan Mahasiswa Lampung dan masyarakat sipil menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor DPRD Lampung, Bandar Lampung.
Bukan aksi kaleng-kaleng. Mereka datang dengan 14 poin tuntutan yang selama ini jadi borok di Lampung.
Tiga isu utama yang diteriakkan lantang di depan gerbang dewan:
1. KRISIS KEKERINGAN: Warga di sejumlah daerah menjerit kekurangan air bersih. Pemerintah dinilai lambat dan tutup mata.
2. JALAN RUSAK PARAH: Infrastruktur hancur, akses ekonomi warga lumpuh. Janji perbaikan hanya jadi wacana tahunan.
3. TAMBANG ILEGAL MERAJALELA: Aktivitas tambang liar dituding merusak lingkungan dan dibiarkan tanpa penertiban tegas dari aparat.
“Kami sudah muak. DPRD dan Pemda jangan cuma duduk di ruangan ber-AC sementara rakyat di bawah menderita karena debu tambang, jalan berlubang, dan sawah kekeringan,” teriak salah satu orator di atas mobil komando.
Massa gabungan ini mendesak DPRD Lampung tidak cuma jadi penonton. Mereka menuntut pemerintah daerah dan aparat penegak hukum bertindak cepat, konkret, dan terukur. Bukan janji lagi.
Aksi berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di depan gerbang DPRD, menunggu anggota dewan keluar menemui mereka.














