Example floating
Example floating
Daerah

Warga Keluhkan Sulit Tagih Piutang ke Oknum Anggota DPRD Bandar Lampung, Upaya Mediasi Buntu

×

Warga Keluhkan Sulit Tagih Piutang ke Oknum Anggota DPRD Bandar Lampung, Upaya Mediasi Buntu

Sebarkan artikel ini
Gambar ilustrasi dengan latar belang gedung DPRD Kota Bandar Lampung (AI)

BANDAR LAMPUNG, infosos.id – Bukannya untung, malah buntung. Seorang warga berinisial A (38) harus berjuang menagih haknya sendiri sebesar Rp25 juta kepada oknum anggota DPRD Kota Bandar Lampung berinisial R.

Kronologi bermula dari transaksi jual-beli kendaraan milik R. A diminta tolong untuk menjualkan mobil tersebut seharga Rp150 juta. A berhasil menjualnya ke pihak showroom seharga Rp200 juta.

Dari selisih harga tersebut, A berhak atas keuntungan Rp50 juta. Sebesar Rp25 juta telah diambil untuk dibagi ke beberapa pihak yang membantu proses penjualan. Sementara sisa Rp25 juta lainnya sengaja dititipkan kepada R.

Alasannya, A masih harus menyelesaikan dokumen kendaraan tersebut dan khawatir transaksi batal di tengah jalan.

BACA JUGA :  SPMB SMA Terbuka 2026/2027 Resmi Dibuka, Disdikbud Lampung Buka Akses Pendidikan Gratis dan Fleksibel

“Rp25 juta itu saya titip dulu ke R. Takutnya kalau dokumen tidak beres, transaksi batal, saya yang harus balikin uang ke showroom,” ungkap A, Jum’at (25/9/2026).

Setelah dokumen dinyatakan beres, justru masalah baru muncul. Saat A meminta haknya sebesar Rp25 juta yang dititipkan itu, R disebut mulai menghindar.

“Ditelepon tidak diangkat, di-WA tidak dibalas. Saya datang ke rumahnya, tidak bisa masuk, dihalang petugas keamanan,” keluh A.

Merasa tidak ada jalan, A kemudian meminta pendampingan kepada LSM Infosos Indonesia untuk mediasi secara kekeluargaan.

Ketua LSM Infosos Indonesia, Junaidi Farhan, membenarkan pihaknya telah berupaya memfasilitasi pertemuan.

BACA JUGA :  Formades Halal Centre Terbitkan 1.200 Sertifikat Halal dan Bagikan Insentif Pendamping Lapangan

“Benar, saudara A datang ke kami minta difasilitasi. Sudah kami coba hubungi yang bersangkutan berulang kali untuk mediasi. Jawabannya selalu klasik, mengaku sangat sibuk, janji akan diselesaikan, tapi sampai hari ini tidak ada realisasi,” tegas Farhan.

Farhan menyayangkan sikap oknum wakil rakyat tersebut.

“Ini bukan soal besar kecilnya nominal. Ini soal etika dan itikad baik pejabat publik. Warga sendiri yang sudah bantu menjualkan kendaraannya, malah dipersulit saat menagih haknya. Bagaimana warga mau percaya pada wakilnya kalau ditemui saja susah?” ujarnya.

BACA JUGA :  Diduga Jadi Bancakan, Program Wisata Religi dan Umrah Pemkot Bandar Lampung Terindikasi Modus Berulang

Menurut Farhan, kasus ini tidak lagi sekadar urusan perdata, melainkan sudah menyentuh ranah etika pejabat publik.

“Dewan itu digaji dari uang rakyat. Seharusnya memberi contoh. Kalau cara-cara kekeluargaan dan mediasi LSM saja diabaikan, kami akan dorong warga untuk melapor ke Badan Kehormatan DPRD Kota Bandar Lampung,” pungkasnya.

Dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp R (oknum anggota DPRD Kota Bandar Lampung) berdalih hal ini adakah urusan dia dengan yang bersangkutan.

“Biar saya yg berurusan dgn ybs yaaa Terima kasih”. Balasnya.

Redaksi masih membuka ruang hak jawab bagi pihak terkait sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *