Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahInfo MarginalUrban Community

333 Warga Bandar Lampung Terkonfirmasi Positif HIV. InfoSOS: Pemerintah Libatkan Elemen Masyarakat Untuk Mengatasinya

×

333 Warga Bandar Lampung Terkonfirmasi Positif HIV. InfoSOS: Pemerintah Libatkan Elemen Masyarakat Untuk Mengatasinya

Sebarkan artikel ini
Gambar: Junaidi Farhan Direktur Eksekutif LSM InfoSOS Indonesia.

Infosos.id, Bandar Lampung – Sebanyak 333 warga Bandar Lampung terkonfirmasi positif kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) sepanjang tahun 2025, menjadikan kota ini dalam status siaga darurat kesehatan.

Temuan tertinggi didominasi oleh kelompok laki-laki seks laki-laki (LSL) sebanyak 227 kasus, berdasarkan hasil skrining aktif Dinas Kesehatan. Temuan ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini agresif yang dilakukan jajaran Dinas Kesehatan.

Temuan tersebut mendapat perhatian serius LSM InfoSOS Indonesia, yang meminta pemerintah dapat segera bertindak cepat untuk membuat kebijakan ketat mengatasi persoalan tersebut.

BACA JUGA :  Jembatan Gantung Rapuh di Perbatasan Lampung Tengah–Tubaba, Warga Pertaruhkan Nyawa Demi Sekolah dan Nafkah

“Pemerintah harus bergerak cepat, angka 333 orang yang terkonfirmasi positif HIV jangan dianggap enteng. Harus segera ada kebijakan ketat dan keras. Kalau perlu libatkan semua elemen masyarakat untuk mengatasinya,” tegas Junaidi Farhan, Direktur Eksekutif LSM InfoSOS Indonesia di Bandar Lampung, Minggu (22/2/2026)

Berikut adalah poin-poin penting terkait situasi HIV di Bandar Lampung pada bulan Februari 2026;

  • Total Kasus: Tercatat 333 orang positif HIV sepanjang tahun 2025, yang memicu status siaga darurat di kota Bandar Lampung.
  • Dominasi Kelompok Risiko: Dari 333 kasus, 227 kasus di antaranya berasal dari kelompok LSL (laki-laki seks laki-laki).
  • Temuan Tertinggi: Bandar Lampung menempati posisi tertinggi kasus HIV/AIDS di Provinsi Lampung dibandingkan kabupaten/kota lainnya.
  • Penyebab Kenaikan: Lonjakan kasus ini berbanding lurus dengan deteksi dini agresif (skrining) yang dilakukan Dinas Kesehatan secara “jemput bola” pada populasi rentan.
  • Target Skrining: Fokus skrining meliputi LSL, waria, wanita pekerja seks (WPS), pengguna narkoba suntik, penderita IMS, pasien TBC, dan ibu hamil.
BACA JUGA :  Dinas Kesehatan Catat 118 Siswa SMAN 2 Kudus Terdampak Keracunan MBG

Sementara itu dikutip dari Lampungpro.co, laporan perkembangan situasi HIV yang bersumber dari survei serta pencatatan layanan kesehatan, posisi kedua ditempati Kabupaten Way Kanan dengan 101 kasus, disusul Pringsewu sebanyak 100 kasus, Tulang Bawang 93 kasus, dan Kota Metro 92 kasus.

Berikutnya, Tanggamus mencatat 83 kasus, Lampung Selatan 82 kasus, Lampung Tengah 81 kasus, Lampung Timur 77 kasus, Tulang Bawang Barat 74 kasus, Pesawaran 71 kasus, Lampung Barat 70 kasus, Mesuji 69 kasus, Pesisir Barat 68 kasus, serta Lampung Utara 65 kasus.

BACA JUGA :  Dua Pelajar Di Bandar Lampung Hendak Edarkan Narkotika Diamankan Polisi 
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *