Bandar Lampung, Infosos.id – Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung menggelar inspeksi mendadak ke proyek revitalisasi trotoar Jalan Sultan Agung, Way Halim, Rabu (9/9/2026). Hasilnya bikin geleng kepala, proyek jumbo senilai Rp21,7 miliar itu diduga kuat menggunakan material di bawah spesifikasi.
Sidak dilakukan setelah bagian trotoar di ruas tersebut sempat ambruk beberapa waktu lalu dan menjadi sorotan publik.
Dalam peninjauan, anggota Komisi III langsung mengukur dimensi besi yang digunakan untuk struktur trotoar. Hasil pengukuran di lapangan menunjukkan diameter besi hanya sekitar 7,8 milimeter.
Padahal, berdasarkan dokumen perencanaan, proyek tersebut seharusnya menggunakan besi berdiameter 10 milimeter.
“Ini selisihnya jauh. Di gambar 10 mm, di lapangan kami ukur 7,8 mm. Kalau begini terus, wajar kalau ambruk,” ujar salah satu anggota Komisi III di lokasi.
Selisih 2,2 mm itu dinilai krusial karena menyangkut daya dukung dan keamanan konstruksi trotoar yang dilintasi pejalan kaki setiap hari.
Proyek revitalisasi Jalan Sultan Agung merupakan salah satu proyek strategis Pemkot Bandar Lampung tahun ini dengan anggaran APBD Rp21,7 miliar. Tujuannya mempercantik wajah kota sekaligus meningkatkan kenyamanan pejalan kaki.
Namun sebelum rampung 100%, sebagian badan trotoar sudah ambruk. Kejadian itu memicu pertanyaan besar soal kualitas pengerjaan dan pengawasan.
Komisi III menilai temuan penyusutan diameter besi ini tidak bisa dianggap sepele. “Anggarannya besar, ekspektasi publik juga besar. Jangan sampai uang rakyat dipakai untuk barang yang dikurangi speknya,” tegas pihak DPRD.
Usai sidak, Komisi III meminta Dinas PU Kota Bandar Lampung dan kontraktor pelaksana segera memberikan klarifikasi tertulis. DPRD juga akan memanggil pihak terkait dalam rapat kerja pekan depan untuk meminta pertanggungjawaban.
“Kalau terbukti ada pengurangan spesifikasi, ini bukan hanya soal teknis. Ini soal integritas dan potensi kerugian negara. Kami tidak akan tinggal diam,” kata perwakilan Komisi III.
Sementara itu, Ketua LSM InfoSOS Indonesia, Junaidi Farhan menyambut baik sidak DPRD. “Alhamdulillah, kabarnya Komisi III DPRD Kota sudah turun mengecek trotoar itu. Semoga para wakil rakyat itu benar-benar dapat melakukan fungsi pengawasannya dengan baik, tidak ada yang bocor alus”, sindir Junaidi tegas.
Junaidi juga menegaskan lembaganya (LSM InfoSOS Indonesia) juga akan terus mengawal proyek Revitalisasi Trotoar Jalan Sultan Agung Kec. Way Halim sampai akhir, bahkan Junaidi juga menegaskan akan melihat trotoar lain yang dilamporkan masyarakat kepada lembaganya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan tanggapan resmi terkait temuan penyimpangan material tersebut.
DPRD memastikan akan terus mengawal proyek ini sampai tuntas dan sesuai spesifikasi, agar Rp21,7 miliar uang rakyat benar-benar menghasilkan infrastruktur yang aman dan berkualitas.













