Example floating
Example floating
Jurnalisme Warga

Syafri Efizon Sidi Madji Lelo: Menjaga Nafas Silek Tradisi Ditangan, Mengukir Prestasi Untuk Sawahlunto

×

Syafri Efizon Sidi Madji Lelo: Menjaga Nafas Silek Tradisi Ditangan, Mengukir Prestasi Untuk Sawahlunto

Sebarkan artikel ini
Syafri Efizon Sidi Madjo Lelo, Pelestari Seni Silek Tuo di Kota Sawahlunto

Sawahlunto, infosos.id – Di tengah gempuran zaman modern, sosok Syafri Efizon Sidi Madjo Lelo tampil sebagai jembatan antara tradisi dan prestasi. Beliau dikenal sebagai Pelestari Seni Silek tuo di kota sawahlunto sekaligus Pelatih Hapkido Indonesia Kota Sawahlunto.

Sebagai pelestari Silek Tradisi, Sidi Madjo Lelo tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga menanamkan filosofi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah dan prinsip Alam Takambang Jadi Guru. Sasaran silek yang beliau bina di Gunung Timbago menjadi ruang pendidikan karakter bagi generasi muda, tempat belajar tentang etika, kesabaran, dan penghormatan terhadap alam dan sesama.

BACA JUGA :  JEMBATAN CIBUGANG JADI MONUMEN GAGAL: 6 Bulan Mangkrak, Jalur Bandung-Cirebon Lumpuh 3 KM

“Silek bukan sekadar untuk berkelahi. Silek adalah jati diri urang Minang. Kalau silek tradisi hilang, hilang pula identitas kita. Tugas kita adalah memastikan sasaran tetap hidup dan anak kemenakan betah belajar,” ujar Syafri Efizon Sidi Madjo Lelo.

Komitmennya terhadap dunia bela diri juga diwujudkan melalui jalur prestasi modern. Sebagai Pelatih Hapkido Indonesia Kota Sawahlunto, beliau aktif membina atlet-atlet muda untuk berkompetisi di tingkat daerah hingga nasional. Integrasi disiplin silek tradisi dengan teknik Hapkido yang dinamis telah melahirkan atlet-atlet yang tangguh secara fisik dan kuat secara mental.

BACA JUGA :  Trategi Dibalik Aborsi Banda Aceh: Seorang Remaja 19 Tahun, Seorang Ibu, dan Seorang Bidan Yang Salah Jalan 

Dengan dua peran tersebut, Syafri Efizon Sidi Madjo Lelo membuktikan bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan. Dari sasaran silek di lereng Gunung Timbago, beliau terus mengharumkan nama Kota Sawahlunto sebagai Kota Wisata Tambang yang berbudaya dan berprestasi.

Silek Tradisi Staralak adalah salah satu aliran silek yang tumbuh dan berkembang di kawasan Sawahlunto, yang menekankan pada kuda-kuda yang kuat, gerakan yang efisien, dan filosofi hidup yang luhur.

 

Konten ini adalah kiriman Jurnalisme Warga. Isi dan pandangan di dalamnya menjadi tanggung jawab penuh penulis dan belum tentu mencerminkan pandangan Redaksi Infosos.id. Redaksi telah melakukan verifikasi awal sesuai prosedur.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *