BANDAR LAMPUNG, infosos.id – Jalan Pramuka berubah jadi neraka di jam sibuk. Antrean truk pemburu solar yang mengular di SPBU diduga jadi biang keladi kemacetan maut yang berujung kecelakaan beruntun di depan Sekolah Baitul Jannah, Selasa (22/9/2026) pagi sekitar pukul 07.07 WIB.
Sebuah dump truk Fuso oranye BE 8410 FT meluncur liar dari arah Kemiling menuju Rajabasa. Di saat jalanan padat merayap oleh antrean truk solar dan orang tua yang mengantar anak sekolah, rem truk diduga blong total.
Tanpa ampun, truk bongsor itu menghantam apa saja di depannya. Dua Toyota Innova, satu Daihatsu Terios BE 1274 EP, dan satu sepeda motor Yamaha Mio J BE 3644 BR ringsek jadi korban. Bahkan satu motor sampai terlindas masuk ke kolong ban truk.
Korban Terkapar, Sopir Malah Kabur!
Akibatnya, seorang pengendara motor terkapar luka-luka dan harus dilarikan ke RS Bhayangkara. Sementara sang sopir truk? Diduga langsung kabur meninggalkan bangkai truk dan korban di lokasi.
Kasat Lantas Polresta Bandar Lampung, Kompol Yurike Ade Purwanti membenarkan kejadian tersebut.
“Dump truk dari arah Kemiling menuju Rajabasa diduga rem blong sehingga menabrak sepeda motor, Daihatsu Terios, serta Toyota Innova yang berada di depannya,” kata Yurike.
Kecelakaan ini bukan sekadar soal rem blong. Ini potret bobroknya dua masalah klasik di Bandar Lampung yang tak pernah beres: truk tak laik jalan yang masih nekat beroperasi dan antrean solar di SPBU Jalan Pramuka yang dibiarkan mengular hingga memakan badan jalan di jam sibuk.
Petugas Satlantas Polresta Bandar Lampung yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP dan mengatur lalu lintas yang lumpuh total. Kendaraan yang terlibat sudah diamankan. Polisi kini memburu sopir yang kabur.
Pertanyaannya: Sampai kapan Jalan Pramuka harus jadi jalur maut karena antrean solar dan truk rongsok rem blong?















