PALAS, infosos.id – Janji politik Prabowo-Gibran soal RS daerah berfasilitas lengkap ditagih warga Padang Lawas. Penyebabnya: alat medis minim bikin pasien BPJS kena salah diagnosa berulang kali.
Kalsum Ritonga, warga Sosa, jadi korban. Berobat di RSUD Padang Lawas, dia divonis pengkristalan ginjal dan dirawat 3 hari. Tak kunjung sembuh, ia pindah ke RS Permata Madina. Vonis dokter beda lagi: batu empedu. Dirawat 4 hari, hasilnya nihil.
“Saya bingung, sebenarnya sakit apa. Ginjal atau empedu?” ujar Kalsum, geram.
Dirujuk ke RS Murni Teguh Medan, baru jelas penyakitnya lewat endoskopi. Kini ia sembuh total. “Dokter ahli saja bisa salah kalau alatnya nggak lengkap. Pasien yang susah,” tegas peserta BPJS kelas II itu.
Humas RSUD Sibuhuan tak menampik. “Peralatan kami memang belum lengkap, terutama radiologi. Kami butuh bantuan pemerintah pusat,” akunya ke wartawan.
Pemerhati Palas, Amran Pulungan, mendesak realisasi janji kampanye 2024. “Prabowo janji tiap kabupaten ada RS lengkap. Nggak perlu bangun baru, datangkan saja alat canggih. Biar warga nggak rujuk sana-sini, buang biaya dan waktu. Banyak yang terpaksa tinggalkan kerja demi antar keluarga berobat ke luar daerah,” desaknya.





















