Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Banyaknya Anggota DPRD Tak Hadiri Rapat Paripurna Istimewa Peringatan HUT Tubaba Mantan Relawan KOKO: Indikasi Tidak Harmonisnya Eksekutif Dengan Legislatif

×

Banyaknya Anggota DPRD Tak Hadiri Rapat Paripurna Istimewa Peringatan HUT Tubaba Mantan Relawan KOKO: Indikasi Tidak Harmonisnya Eksekutif Dengan Legislatif

Sebarkan artikel ini
Foto: Junaidi Farhan, Mantan Ketua Relawan Kotak Kosong dengan latar belakang banyaknya kursi anggota DPRD Tubaba yang kosong.

Infosos.id, Tulang Bawang Barat – Mantan Ketua Tim Relawan Kotak Kosong (KOKO) Tulang Bawang Barat (Tubaba) dalam Pilkada serentak tahun 2024, Junaidi Farhan, menyoroti pemberitaan ketidak hadiran hampir separuh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam Rapat Paripurna Istimewa Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tubaba yang ke 17.

Menurut Junaidi Farhan, tidak hadirnya 16 anggota DPRD Tubaba dari 35 Kursi Dewan bukanlah hal yang biasa tetapi kuat disinyalir hubungan antara eksekutif dan legislatif sedang tidak baik-baik saja.

“Dari beberapa pemberitaan kompaknya 16 anggota DPRD Tubaba yang tidak hadir dalam Rapat Paripurna Istimewa tentu bukan hal biasa, atau hanya kebetulan, tetapi ini bertanda hubungan eksekutif dengan legislatif sedang tidak baik-baik saja”, kata Junaidi Farhan, Selasa (7/4/2026).

BACA JUGA :  Tempe Busuk dan Sayur Basi Jadi Menu Program MBG di Lampung Utara

Mantan Ketua Tim Relawan Kotak Kosong (KOKO) dalam Pilkada serentak tahun 2024 itu juga menilai bahwa hampir separuh anggota tidak hadir dalam rapat istimewa peringatan HUT Kabupaten  Tubaba merupakan pertanda serius terkait komitmen dan fungsi lembaga perwakilan (DPRD) atau jajaran pemerintahan setempat.

Fenomena ini dapat dimaknai sebagai rendahnya komitmen dan kedisiplinan, yang menunjukkan kurangnya rasa hormat atau apresiasi dari anggota terhadap acara penting, historis, dan formal daerah.

Rapat paripurna/istimewa umumnya memerlukan kehadiran minimal (kuorum) untuk sahnya sebuah sidang. Banyak ketidakhadiran anggota berpotensi menyebabkan rapat tidak mencapai kuorum, sehingga dapat mengurangi legitimasi atau nilai politis dari acara tersebut.

BACA JUGA :  Pemprov Lampung Akan Menyelesaikan Masalah Tunda Bayar Mulai Februari 2026

“Ketidakharmonisan yang dapat menjadi indikasi adanya ketegangan politik, konflik internal antara eksekutif (Bupati) dan legislatif (DPRD), atau aksi boikot terselubung terhadap agenda tersebut. Atau para wakil rakyat tersebut memandang bahwa agenda peringatan HUT kurang dianggap krusial dibandingkan agenda politik lainnya oleh para anggota yang tidak hadir,” ungkap Junaidi Farhan.

Ketidakhadiran dalam sidang resmi dapat mencerminkan tingkat kinerja atau profesionalisme yang rendah dari anggota tersebut. Ketidakhadiran dalam jumlah besar (lebih dari separuh) pada rapat istimewa, yang seharusnya menjadi momentum persatuan, menunjukkan adanya indikasi “krisis kedisiplinan” dan “kegagalan legitimasi” dalam acara tersebut.

BACA JUGA :  QUO VADIS: Satu Tahun Pasangan "NONA" Memimpin Tubaba

Diketahui Rapat Paripurna Istimewa Peringatan ke-17 Kabupaten Tubaba dipimpin Ketua DPRD Tubaba, Busroni, dan dihadiri Bupati Novriwan Jaya, Wakil Bupati Nadirsyah, perwakilan Inspektorat Provinsi Lampung Bayana, jajaran Forkopimda, TNI-Polri, para kepala tiyuh, pimpinan instansi vertikal, serta tamu undangan lainnya.

Mengusung tema “Bertumbuh, Berdaya, Bersama”, peringatan HUT kali ini diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga dorongan nyata untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.

Kegiatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan pembangunan daerah sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong kesejahteraan bersama.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *