Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Jalan Gelap dan Berlubang, Wartawan Senior Tulang Bawang Barat Alami Kecelakaan Serius 

×

Jalan Gelap dan Berlubang, Wartawan Senior Tulang Bawang Barat Alami Kecelakaan Serius 

Sebarkan artikel ini
Foto: NH, wartawan senior yang mengalami laka lantas di Tulang Bawang Barat, akibat jalan rusak dan gelap.

InfoSOS.id, Tulang Bawang Barat — Malam yang seharusnya penuh kebahagiaan di hari pertama Lebaran 2026 berubah menjadi tragedi. Seorang Wartawan Senior yang juga merupakan Ketua organisasi pers GWI Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mengalami kecelakaan lalu lintas serius, di ruas jalan Panaragan – Panaragan Jaya, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 23.30 WIB

Kecelakaan diduga kuat dipicu kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah daerah dan diperparah tanpa adanya lampu jalan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Tiga lubang besar di badan jalan tertutup genangan air, sehingga tidak terlihat oleh pengendara.

Korban yang mengendarai sepeda motor (R2) pertama kali menghantam lubang awal hingga kehilangan kendali. Belum sempat menstabilkan kendaraan, korban kembali masuk ke lubang kedua yang lebih dalam, menyebabkan roda depan terjebak.

BACA JUGA :  Dinas Kesehatan Catat 118 Siswa SMAN 2 Kudus Terdampak Keracunan MBG

Akibatnya, roda belakang terangkat dan korban terpental ke depan, jatuh menghantam lubang ketiga. Wajah dan bahu korban terlebih dahulu membentur permukaan jalan sebelum akhirnya terguling beberapa meter.

Suara benturan keras di tengah hujan membuat warga sekitar bergegas keluar rumah dan memberikan pertolongan. Korban kemudian dilarikan ke PONED Panaragan Jaya.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka cukup serius. Luka pada bagian bibir atas dilaporkan tembus hingga ke tulang gusi, diduga akibat benturan dengan batu di jalan rusak. Selain itu, korban juga mengalami luka pada siku.

Petugas medis menyarankan agar korban dirujuk ke rumah sakit. Korban memilih dirujuk ke RSUD Tubaba. Namun, karena kecelakaan lalu lintas tidak ditanggung BPJS, korban akhirnya memutuskan pulang dan menjalani perawatan seadanya di rumah.

BACA JUGA :  Sindikat Mafia Pupuk Subsidi, Digulung Polda Lampung

Saat ini, korban mengalami luka jahitan masing-masing lima jahitan di bagian bibir atas dan siku. Ia juga mengeluhkan nyeri hebat pada bagian pinggang dan bahu, sehingga hanya bisa terbaring di rumah.

Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan klasik, jalan rusak yang seolah dibiarkan menjadi “jebakan maut”, terlebih saat musim hujan.

Sebelumnya, anggota DPRD Provinsi Lampung, Putra Jaya Umar, dalam kegiatan sosialisasi pada 8 Maret 2026 di Panaragan Jaya, telah menyinggung pentingnya penanganan jalan rusak.

Ia bahkan menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengatur tanggung jawab penyelenggara jalan. Dalam aturan tersebut, pihak yang lalai memperbaiki jalan hingga menyebabkan kecelakaan dapat dikenakan sanksi pidana.

BACA JUGA :  JPSI Pertanyakan Alih Fungsi Gedung Pasar UMKM PKOR Jadi Kantor HIPMI Lampung

Pernyataan tersebut kini terasa relevan, bahkan ironis, di tengah kejadian yang menimpa salah satu tokoh pers di Tubaba.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kondisi jalan yang berlubang tersebut, maupun langkah perbaikan yang telah atau akan dilakukan.

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan publik. Apakah harus menunggu korban berikutnya agar jalan tersebut diperbaiki?

Di tengah komitmen pemerintah yang sebelumnya menjanjikan perbaikan jalan sebelum Lebaran, kejadian ini justru menjadi tamparan keras—bahwa di lapangan, keselamatan masyarakat masih dipertaruhkan di atas jalan yang rusak.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *