Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaNasional

Aliansi Mahasiswa Ultimatum Pemerintah: Aksi Eskalasi Diperingatkan Akan Digelar Senin 4 Mei

×

Aliansi Mahasiswa Ultimatum Pemerintah: Aksi Eskalasi Diperingatkan Akan Digelar Senin 4 Mei

Sebarkan artikel ini
Aliansi mahasiswa ultimatum pemerintah untuk segera menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan dalam aksi peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di kawasan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026).

JAKARTA, infosos.id  – Aliansi mahasiswa memberikan ultimatum kepada pemerintah untuk segera menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan dalam aksi peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di kawasan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026).

Apabila tuntutan tersebut tidak direspons, Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI), BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah Indonesia (BEM PTMAI), serta Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Sema PTKIN) menyatakan akan kembali menggelar aksi unjuk rasa dengan eskalasi massa lebih besar pada Senin (4/5/2026).

Koordinator Pusat BEM PTMAI, Yogi Alaydrus, menyampaikan pernyataan tersebut di lokasi aksi, Sabtu. “Pada hari ini kami memberikan ultimatum kepada pemerintah. Apabila tidak ada perwakilan yang menemui massa pada hari ini, kami akan kembali turun pada hari Senin dengan eskalasi yang lebih besar. Hal ini merupakan sikap kami, BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Jabodetabek,” ujar Yogi.

BACA JUGA :  Staf Khusus Menteri Desa Yahdil Abdi Harahap Kunjangan Kerja Ke Sekretariat Formades

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti ketidakpastian status guru honorer yang masih terjadi di lapangan. Padahal, secara regulasi, status guru honorer telah dihapuskan melalui Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN).

“Guru honorer secara regulasi telah dihapuskan berdasarkan UU ASN. Namun, realitas di lapangan, khususnya di daerah, guru honorer masih ada. Ketidakpastian ini yang kami minta untuk ditata kembali oleh pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” tegas Yogi.

Sementara itu, Koordinator Pusat Aliansi BEM SI, Muzammil Ihsan, menegaskan bahwa revisi UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) menjadi tuntutan utama. Pihaknya mendorong perluasan program wajib belajar menjadi 16 tahun, mencakup jenjang perguruan tinggi.

BACA JUGA :  Benarkah 52 Siswa SMA Siger Bandar Lampung Disuruh Cari Sekolah Lain?

“Kami ingin mengubah UU Sisdiknas menjadi 16 tahun wajib belajar, sehingga peserta didik yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi, terutama dari keluarga kurang mampu, dapat mengakses pendidikan tinggi secara gratis,” kata Muzammil.

Ia juga mengkritik beban administratif yang dinilai mengurangi fokus guru dalam proses pembelajaran. “Bagaimana pendidikan dapat berkualitas apabila para guru masih harus mencari nafkah tambahan di sela waktu mengajar? Mereka juga lebih disibukkan dengan urusan administratif yang diinstruksikan kementerian,” ujarnya.

10 Tuntutan Utama Aliansi BEM SI:

1. Reformasi tata kelola anggaran dan penghentian komersialisasi pendidikan.

BACA JUGA :  Bus Peziarah asal Lampung terbakar di Tol Jakarta-Cikampek.

2. Evaluasi Permendikbud No. 55 Tahun 2024 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.

3. Menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan.

4. Pemerataan akses pendidikan berkualitas hingga wilayah 3T.

5. Peningkatan kesejahteraan dan kejelasan status bagi guru honorer.

6. Rehabilitasi sarana prasarana sekolah yang mengalami kerusakan di seluruh Indonesia.

7. Kebijakan pendidikan yang konsisten dan berbasis data.

8. Penguatan pendidikan karakter yang berlandaskan kearifan lokal.

9. Transparansi dalam penggunaan anggaran pendidikan.

10. Revisi UU Sisdiknas dengan melibatkan partisipasi masyarakat sipil.

Aksi Hardiknas 2026 ini sempat diwarnai ketegangan antara massa dan aparat kepolisian. Jalan Medan Merdeka Selatan yang sebelumnya ditutup kini telah kembali dibuka.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *