MAKASSAR, Infosos.id – Kawasan Jalan Kandea, perbatasan Kecamatan Tallo dan Bontoala, Makassar, berubah menjadi medan perang. Tawuran antar kelompok warga pecah dan meluas dari pinggir kanal hingga ke jalan poros, Minggu (27/9/2026) dini hari sekitar Pkl. 02.50 WITA
Bentrokan brutal dengan senjata tajam dan lemparan batu memaksa aparat keamanan turun tangan. Namun, upaya pembubaran paksa justru berujung petaka.
Di tengah kericuhan, aparat kepolisian melepaskan tembakan untuk mengurai massa. Satu orang warga dilaporkan tumbang dan tewas di tempat.
Informasi awal yang dihimpun, korban diduga terkena proyektil di bagian punggung hingga menembus jantung. Kematian korban inilah yang menjadi pemicu amuk yang lebih besar.
Massa yang sebelumnya tawuran, berbalik menyerang aparat. Kemarahan warga tak terbendung. Sasaran mereka adalah Pos Gabungan TNI-Polri yang berdiri tepat di pertigaan Jalan Kandea.
Dalam hitungan menit, pos tersebut ludes dibakar massa. Api membumbung tinggi, polisi dan TNI dipaksa mundur. Situasi mencekam. Jalan Kandea lumpuh total.
Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan dalam jumlah besar dikerahkan untuk menguasai kembali wilayah dan mencegah bentrokan susulan meluas.
Kapolrestabes Makassar maupun Kodam XIV/Hasanuddin belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi penembakan dan pembakaran pos.
Publik kini menanti dua hal, transparansi investigasi prosedur penggunaan senjata api oleh kepolisian dan langkah tegas penegakan hukum terhadap pelaku tawuran dan pembakaran fasilitas negara.
Jangan sampai satu nyawa melayang sia-sia tanpa kejelasan, dan jangan sampai Jalan Kandea terus menjadi langganan zona merah tawuran yang tak pernah tuntas.















