Example floating
Example floating
DaerahMarjinal

Jeritan dari Ujung Riau: Jembatan Satu-Satunya di Desa Dedap Menanti Ambruk, Warga Meranti Titip Harap ke Presiden Prabowo

×

Jeritan dari Ujung Riau: Jembatan Satu-Satunya di Desa Dedap Menanti Ambruk, Warga Meranti Titip Harap ke Presiden Prabowo

Sebarkan artikel ini
Desa Dedap, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Jembatan kayu dan beton yang menjadi satu-satunya urat nadi kehidupan warga kini kondisinya kritis

KEPULAUAN MERANTI, Infosos.id – Jika jembatan ini ambruk, Desa Dedap akan terisolasi. Tidak ada jalan lain.

Itulah jeritan hati ratusan warga Desa Dedap, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Jembatan kayu dan beton yang menjadi satu-satunya urat nadi kehidupan mereka kini dalam kondisi kritis, rapuh, dan bisa runtuh sewaktu-waktu.

Kondisi memilukan itu terekam dalam foto lapangan, Sabtu (26/9/2026) pukul 14.03 WIB di titik koordinat Lat 1.317794 Long 102.385361. Tampak jelas lantai beton pangkal jembatan pecah dan patah. Plat besi berkarat menggantung. Papan kayu lapuk dan berlubang menganga. Tiang pancang yang berdiri di atas lumpur pesisir dipenuhi teritip dan cangkang, menjadi saksi bahwa jembatan ini sudah puluhan tahun tak pernah disentuh perawatan serius.

BACA JUGA :  Tempe Busuk dan Sayur Basi Jadi Menu Program MBG di Lampung Utara

Di atasnya, kerangka kanopi besi miring, atapnya sobek. Di bawahnya, kapal kayu biru milik nelayan kandas di lumpur saat surut. Di kejauhan, rumah-rumah panggung warga menatap cemas.

Jembatan ini adalah segalanya bagi mereka. Setiap pagi, anak-anak sekolah melintas dengan seragam. Petani memikul sagu dan karet, nelayan mengangkut hasil tangkapan. Semua hasil bumi dan harapan hidup diangkut lewat jembatan ini.

Jika jembatan ini putus, maka putus pula harapan mereka.

Ironisnya, jembatan ini dibangun hampir 20 tahun lalu, saat Meranti masih bagian dari Kabupaten Bengkalis. Sejak Kabupaten Kepulauan Meranti mekar pada 2009, belum pernah ada perbaikan besar.

BACA JUGA :  Kendaraan ODOL (Over Dimension Over Loading) Sudah Koordinasi. Pengusaha Catut Nama Wakil Bupati Tulang Bawang Barat

Kepala Desa Dedap, Mansur, mengaku pemerintah desa hanya mampu menambal seadanya secara swadaya.

“Kami hanya bisa tambal semen gotong royong. Tapi bagaimana mau kuat, tiang bawahnya sudah keropos semua. Kami sudah usulkan berkali-kali, dari musrenbang desa, kecamatan, sampai kabupaten. Tapi belum ada realisasi. Jangan tunggu jatuh korban dulu baru diperhatikan,” ujar Mansur dengan nada lirih.

Ketakutan warga bukan tanpa alasan. Pola kerusakan yang sama telah merenggut dua jembatan tetangga di Tasik Putri Puyu. Jembatan Perawang di Desa Selat Akar ambruk pada Agustus 2023, dan Jembatan Panglima Sampul di Tebing Tinggi Barat ambruk pada Mei 2024. Keduanya sama-sama dibangun tahun 2007 di era Bengkalis dan minim perawatan.

BACA JUGA :  Jalan Gelap dan Berlubang, Wartawan Senior Tulang Bawang Barat Alami Kecelakaan Serius 

Kepulauan Meranti adalah daerah pesisir terluar, termiskin di Riau. Dengan APBD 2026 yang terbatas dan terdampak efisiensi transfer pusat, warga sadar, tanpa uluran tangan pusat, jembatan ini hanya menunggu waktu.

Kini, harapan terakhir mereka dititipkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Warga memohon agar Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan dapat menurunkan tim untuk audit kelayakan dan segera membangunkan jembatan baru melalui skema Inpres Jalan Daerah atau Dana Alokasi Khusus, sebelum air mata tumpah karena jembatan yang ambruk.

Mereka tidak minta yang mewah. Mereka hanya minta jembatan yang aman untuk anak-anak mereka berangkat sekolah.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *