Example floating
Example floating
Example 728x250
KesehatanMata SosialNasional

Menteri Kesehatan: Prediksi Minimal 28 Juta Penduduk Indonesia Alami Gangguan Jiwa

×

Menteri Kesehatan: Prediksi Minimal 28 Juta Penduduk Indonesia Alami Gangguan Jiwa

Sebarkan artikel ini
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Gambar latar ilustrasi oleh tim kreatif infosos.id

Infosos.id | Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan potensi persoalan kesehatan jiwa di Indonesia masih sangat besar. Mengacu pada rasio global gangguan kejiwaan yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah penduduk Indonesia yang berpotensi mengalami masalah jiwa minimal 28 juta orang

Menurut Budi prediksi jumlah penduduk Indonesia yang mengalami masalah kejiwaan mencapai 28 juta orang tersebut, mengacu pada perhitungan dari panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menurut WHO, kata Budi, jumlah penduduk yang mengalami masalah kejiwaan di suatu negara dihitung dari satu per delapan atau satu per sepuluh dari total populasi.

BACA JUGA :  Terkena OTT KPK Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman Memiliki Kekayaan Rp12 Miliar

“Tadi juga ditanya, ini yang the tip of the iceberg (puncak gunung es). Karena WHO bilang, masalah kejiwaan itu satu dari delapan sampai satu dari sepuluh penduduk,” kata Budi saat memaparkan hasil pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Parlemen RI, Jakarta, dikutip NU Online (20/1/2026).

“Jadi kalau Indonesia 280 juta (penduduk), ya minimal 28 juta (orang) tuh punya masalah kejiwaan,” sambungnya.

Adapun masalah gangguan jiwa yang ditengarai dimiliki penduduk Indonesia beragam, dari gangguan ringat hingga berat. Budi menyebutkan, masalah jiwa itu memiliki banyak macam, di antaranya adalah depresi, gangguan kecemasan, skizofrenia hingga gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas atau attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).

BACA JUGA :  HGU Milik Sugar Group Companies (SGC) Seluas 85.244 Hektar Dicabut Pemerintah

Budi menjelaskan, hasil skrining cek kesehatan gratis menunjukkan angka gangguan jiwa yang masih relatif rendah. Jumlahnya tercatat di bawah satu persen dari total populasi orang dewasa dan sekitar lima persen pada kelompok anak-anak. Meski demikian, ia menekankan bahwa skrining tersebut merupakan langkah awal untuk mendeteksi kondisi kesehatan jiwa masyarakat.

Selanjutnya, Budi mengatakan Kementerian Kesehatan saat ini tengah mengupayakan layanan penanganan kesehatan jiwa di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). “Kami sedang bangun sistemnya supaya bisa dilayani di puskesmas-puskesmas,” kata dia.

BACA JUGA :  Prabowo: Indonesia Teman Sejati Amerika Serikat, Meski Tetap Non-Blok

Berbagai fasilitas tengah disiapkan di puskesmas, mulai dari layanan konseling oleh psikolog hingga ketersediaan obat-obatan untuk gangguan jiwa. Dengan demikian, puskesmas diharapkan dapat menjadi rujukan awal bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan jiwa.

Dikutip dari Tempo, berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada 2023, provinsi dengan persentase penderita gangguan jiwa tertinggi adalah DKI Jakarta sebesar 24,3 persen. Angka tersebut disusul oleh Nanggroe Aceh Darussalam 18,5 persen, Sumatera Barat 17,7 persen, Nusa Tenggara Barat 10,9 persen, Sumatera Selatan 9,2 persen, dan Jawa Tengah 6,8 persen.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *