Example floating
Example floating
Example 728x250
Adat Budaya

Gubernur Yai Mirza Kilui Wartawan di Pemprov Pakai Bahaso Lappung Liputan Harei Kemis

×

Gubernur Yai Mirza Kilui Wartawan di Pemprov Pakai Bahaso Lappung Liputan Harei Kemis

Sebarkan artikel ini
Foto ist: Gubernur Lampung Kiyai Rahmat Mirzani Djausal

Infosos.id | Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung resmi netepken kebijakan ‘Kamis Beradat’ sai tertuang dilom Instruksi Gubernur (Ingub) Nomer 4 tahun 2025.

Dilom aturan ino ASN diharepken makai bahaso Lampung dan batik khas Lampung tiap hari Kamis di lingkungan pemerintah dan sekulah.

Ingub sai ditanda tangani pada 30 Desember 2025 ijo merupaken langkah strategis pemerintah provinsi dilom melestariken kebudayaan lokal. Kebijakan ijo dinyatoken sejalan jamo visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta Tigo Cita Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, guwai memperkuat identitas adat sebagai bagian jak khasanah budaya Nusantara.

BACA JUGA :  Kebijakan 'Kamis Beradat' Kak Mulai Diterapken Kebiyan Ijo

Instruksi ino ditujuken adek seluruh jajaran pemerintah, mulai jak Sekretaris Daerah Provinsi, kaban Bupatei dan Wali Kota se Provinsi Lampung, hingga Kepalo Perangkat Daerah dan Instansi Vertikal.

Ingub ino munih tigoh sektor akademis, yakni kaban Rektor jamo pimpinan Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta di seluruh Provinsi Lampung.

Dilom diktum pertamo instruksi ino, gubernur kilui implementasi nyata program “Harei Kemis Beradat”. Setiap harei Kemis bahaso Lampung wajib dipakai sebagai alat komunikasi utama dilom pelayanan publik, interaksi antar pegawai, rapat dinas, hingga sambutan resmi saat jam kerjo.

BACA JUGA :  IPAL SPPG Milik Gubernur Lampung Tidak Benar. LSM InfoSOS: Wow Ternyata Pak Gub Ada Dapur MBG Juga

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal nyawoken kebijakan ijo bertujuan ngejago jamo nguriken kupek nilai-nilai kearifan lokal ditengah perkembangan zaman.

“Media munih naan, lamen betanyo harus pakai bahaso Lampung. Ijo sai ago gham dorong, agar bahasa daerah gham digunoken dilom kehidupan sehari-hari sebagai bagian jak kearifan lokal jamo budayo Lampung. Gham wat wo dialek, dan Ino bebas digunoken,” cawo Yai Mirza, Selaso (13/1/2026)

Menurut Yai Mirza, penggunaan bahaso daerah dilom aktivitas pemerintah jamo pelayanan publik menjadi langkah konkret ngejago identitas budayo Lampung.

BACA JUGA :  Mengenal Aksara Lampung dan Sejarah Singkatnya
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *