Infosos.id | Bandar Lampung – Publik, warga kota Bandar Lampung dikejutkan dengan beredarnya beberapa tayangan unduhan video di media sosial khususnya Tiktok, terkait adanya hibah pemerintah kota Bandar Lampung sebesar Rp.700 juta kepada SMA Siger (Yayasan Siger Prakarsa Bunda) yang diketahui belum memiliki izin operasional dan belakangan dikabarkan telah tutup.
Merespon hal tersebut Junaidi Farhan aktivis sosial dari LSM InfoSOS Indonesia beraksi keras, meminta aparat penegak hukum (APH) tidak tutup mata, agar dapat menyikapinya dan melakukan tindakan sesuai tupoksinya.
“Ini sudah keterlaluan, bila benar isyu tersebut ada hibah sampai Rp700 juta diberikan kepada yayasan yang belum jelas izinnya, ini sangat melukai bukan saja dunia pendidikan tetapi masyarakat Bandar Lampung. APH jangan tutup mata terhadap masalah ini, segera melakukan kewenangannya sesuai tupoksinya,” ungkap Farhan, di Bandar Lampung, Sabtu (24/1/2026)
Secara tegas Junaidi Farhan menyatakan, bila APH akan bertindak bila ada laporan atau pengaduan masyarakat (Dumas), maka lembaganya yaitu LSM InfoSOS Indonesia, sebagai salah satu kontrol sosial akan segera mengumpulkan informasi dan data awal sebagai petunjuk dan akan membuat pengaduan masyarakat kepada pihak APH.
“Ya, kalau APH baru bisa menindak lanjuti informasi ini, harus menunggu laporan masyarakat dulu, maka kami akan segera mencari informasi dan data yang akurat sebagai petunjuk dan bahan membuat pengaduan kepada pihak APH,” tegasnya.

Diketahui dari unduhan video berdurasi hampir dua menit (1.57″) tersebut di platform Tiktok dengan pengguna @pramoedya.id diawali dengan wawancara yang diduga media online dengan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, Eka Afriana, yang membahas soal gaji dan anggaran dari dana hibah.
Dilanjutkan dengan narasi, “Pernah dengar ada sekolah ilegal, tapi tetap dapat kucuran dana ratusan juta dari pemerintah,” kata dalam video.
Masih dalam narasi video,”Kenalin nih, SMA Siger Bandar Lampung lagi jadi sorotan karena diduga pakai dana siluman sebesar Rp700 juta. Gila gak?
DPRD Kota Bandar Lampung ngaku kecolongan. Ketua Komisi 4, Asroni Paslah, bilang mereka gak pernah dilibatkan soal anggaran operasional sekolah ini. Padahal uang sekitar Rp700 juta udah cair di semester pertama tahun 2025 buat bayar insentif guru,” tutur dalam video.
“Kepala Dinas Pendidikan Bu Eka Afriana sih ngaku kalau uangnya emang udah dibayar. Tapi pas dicek ke lapangan, miris banget, para guru ngaku cuma dapat upah receh sekitar Rp200-300 ribu per bulan. Pembayarannya pun manual cuma modal tanda tangan,” ungkap sipengisi suara video.
Narasi berikutnya,”Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Pak Thomas Amirico, tegas bilang kalau SMA Siger ini belum punya izin operasional yang jelas dan gak terdaftar di Dapodik sejak Agustus tahun lalu. Jadi Pemkot Bandar Lampung biayai sekolah yang statusnya ngegantung ya? celoteh dalam video.
Sebagai informasi SMA Siger Bandar Lampung adalah gagasan wali kota Bandar Lampung saat masa kampanye. Dan pada bulan Juli tahun 2025 SMA Siger sudah membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) meskipun diketahui akte notarisnya baru dibuat akhir Juli 2025.
Sejak awal SMA Siger sudah menjadi polemik ditengah masyarakat, mulai dari Yayasan Siger Prakarsa Bunda yang diklaim sebagai aset milik Pemkot Bandar Lampung, tetapi ternyata milik pribadi, terlambat digajinya 46 guru SMA Siger, sampai informasi terakhir SMA Siger tersebut di isukan tutup. Dan sekitar 50 muridnya terlantar disuruh untuk mencari sekolah lain.















